Kibaran Merah Putih di Kursi GBK

soekarno 1soekarno semangati atlitobor asian games 1obor asian games nyala

Jika Presiden Republik Indonesia pertama Insinyur Soekarno tidak nekad mengirimkan atlit-atlit Indonesia ke ASIAN GAMES I di New Delhi, India, pada tahun 1951, mungkin, sampai hari ini, kita tidak akan punya Gelora Bung Karno ini. Meski hanya membawa pulang lima perunggu, Soekarno tetap mengirimkan atlit-atlitnya ke ASIAN GAMES tiap empat tahun berikutnya. Dan berikutnya.

Sampai saat ini, berganti presiden, Indonesia masih terus berpartisipasi mengikuti sejumlah pertandingan. Puncaknya adalah di tahun 1962. Ketika Indonesia menjadi tuan rumah ASIAN GAMES IV. Indonesia berada di posisi dua setelah Jepang dengan perolehan 21 medali emas. Hebat euy..

Lalu, bagaimana bisa Jakarta menjadii tuan rumah ASIAN GAMES?  Pada  Asian Games III, tahun 1958 di Tokyo,  Asian Games Federation menunjuk Indonesia sebagai  penyelenggara ASIAN GAMES IV tahun 1962.

Soekarno kemudian menjawab tantangan dengan menentukan lokasi yang tepat untuk perhelatan akbar tersebut. Dia berencana membangun sarana dan prasarana olahraga, di kawasan Senayan.

medali 51medali 62

Alasan presiden kala itu, tidak lain untuk menjadikan bidang olah raga sebagai pembangunan karakter dan bangsa.   Olahraga menjadi bagian dari pergaulan indonesia dengan bangsa-bangsa lain. Pada saat itu, Indonesia sendiri, baru memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka di tahun 1945.

Indonesia, harus menunjukan aktualisasi sebagai bangsa yang merdeka dan kuat. Dan demi menunjukkan eksistensi sebagai sebuah bangsa dan negara yang berdaulat, pemerintah pada masa itu, memberanikan diri mengirimkan atlit-atlit mereka ke laga setaraf Asia.

pembukaan asiang games 4

Sebagai informasi, ASIAN GAMES awalnya merupakan ajang olahraga di Asia Timur Jauh atau Asia kecil, sebutannya far eastern championship games. Dan tujuan diadakannya untuk menunjukkan kesatuan dan kerja sama antar tiga negara yaitu Kerajaan Jepang, Kepulauan Filipina dan Republik Tiongkok. Dalam perjalanannya, kemudian ASIAN GAMES kian mendapat perhatian dari negara-negara di Asia. Hingga Asian Games ke XVII lalu di Korea Selatan, ada 37 negara yang berpartisipasi, memperebutkan 1454 medali.

Back to GBK, ASIAN GAMES XVIII yang akan berlangsung 18 Agustus 2018 mendatang akan dihelat di Indonesia, nantinya opening ceremoninya akan digelar di Gelora Bung Karno. Karenanya sejak tahun 2016 lalu, kawasan Senayan direnovasi secara menyeluruh. Mencontek laman facebook Presiden Jokowi, stadion utama GBK yang baru memiliki kapasitas 80.000 penonton dengan kualitas kursi lebih bagus dengan jenis satu kursi (single seat) dan lipat (flip up) yang telah memenuhi standar internasional.

kursi 1kursi 220171030_141246(1)20171030_140622

Kita juga akan melihat tiga warna kursi penonton yaitu Merah, Putih dan Abu-abu. Jika dilihat secara aerial, akan nampak seperti kibaran bendera merah putih…

Oh iya, setiap kursi juga didesain mampu menahan beban hingga 250 kilogram dan tidak mudah ditarik sehingga menahan aksi vandalisme. Maklum, kadang kelakukan suporter suka tak tahu diri.

duduk kursi

Sebagai Stadion sepakbola, agar bisa digunakan untuk pertandingan internasional juga sudah mengikuti standar FIFA dalam aspek keamanan yakni dalam kondisi darurat, dalam waktu 15 menit, stadion sudah harus kosong.

GBK juga akan diterangi lampu berkekuatan 3.500 lux. Lampu ini tiga kali lebih terang dari sebelumnya tapi 50 persen lebih hemat karena menggunakan LED dan bukan lagi lampu konvensional. Dari segi pencahayaan, perangkat ini adalah salah satu yang terbaik di dunia saat ini. Sistem pencahayaan pun terintegrasi dengan sistem tata suara yang berkekuatan hingga 80 ribu watt. Hemat energi hemat biaya.

Selain itu, permukaan lapangan akan berlapiskan rumput dari jenis terbaik, Zoysia Matrella, yang dilengkapi alat penyiram otomatis hingga sistem drainase anti banjir.

Selain GBK, venue sekitar Senayan yang juga direnovasi adalah Venue olahraga air atau Aquatic, Basket, Tenis. Serta ada penataan ulang yang mengubah sistem drainase dan lebih asri.

Kalau sudah dibuka untuk umum. Ingat ingat ya. Jaga GBK dan sekitarnya tetap bersih.

Salam Olahraga, dan tetap semangat mencintai Indonesia !!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Romantisme Santorini

santoriniMendengar kata Santorini, pasti anda kemudian akan membayangkan suasana romantis, dengan sunset keemasan, di mana matahari oranye hampir menyentuh garis tipis pemisah langit dan lautan. Scene cantik ini dinikmati dari sebuah balkon bercat putih dengan atap bangunan biru.

Secantik itukah Santorini? Tentu sajaaaa… Turis-turis yang datang ke Santorini, memang mengejar kemewahan itu. Menikmati panorama laut Aegean Yunani. dari balkon yang dibangun diatas tebing bentukan kaldera gunung Thera.

Saya sendiri, menikmati  setiap detik yang saya habiskan di pulau ini. Di Santorini, saya mengunjungi dua tempat yang sama cantiknya, Oia dan Thira. Karena letaknya 300 meter di atas tebing, maka dari pelabuhan, rombongan Oceania Cruise menggunakan bus. Jika tidak menggunakan bus, pilihan lainnya bisa menggunakan keledai atau cable car.

kabel carsant view widesanto

Saat kebengkatan bus menyusuri tebing, kita bisa melihat struktur tanah Pulau Santorini yang diantaranya terbangun dari lava Gunung Thera. Kota pertama di santorini yang saya sambangi adalah Oia.

Keramaian Oia ada di gang-gang sempit yang kanan kirinya merupakan toko penjual souvenir, penginapan juga café atau restaurant. Namun ketika kita berada di pagar pembatas tebing kita bisa melihat lansekap Laut Aegian yang biru dan berpadu kontras dengan bangunan berwana putih khas Santorini. Orang-orang menyebut Oia sebagai Beverly Hillsnya Santorini.

Dibalik keunikan warna putih bangunan di Santorini, Chrysto, Tour Guide di Santorini, bercerita Yunani tidak pernah melihat putih sebagai warna. Tak memililki arti tertentu. Satu-satunya warna putih di Yunani adalah marmer.

“Pada tahun 1435 atau 14 Setelah Masehi orang-orang di Eropa menderita penyakit, maut hitam atau black death. Populasi orang-orang Eropa menurun. Orang-orang mulai ketakutan dan bersembunyi dari virus tersebut. Hingga kemudian datang seorang dokter dari Prancis Michel de Nostedrome yang menyarankan agar orang Eropa Selatan dan Utara Afrika mengecat putih rumahnya,” terang Chrysto.

Bukan sembarang cat putih, materi yang digunakan untuk melumuri dinding bangunan adalah kalsium yang diambil dari bubuk batu kapur atau marble. Kalsium bersifat mematikan bagi serangga ataupun virus pembawa penyakit. Sejak itulah , bangunan di Santorini, serupa putih dan berkubah biru, sebagai tanda langit adalah pelindung.

Sebagai destinasi turis, sesungguhnya hampir seluruh bangunan yang kita lewati di Oia atau Thira adalah bangunan komersil. Kalau bukan hotel, café atau resto, ya pastinya workshop souvenir khas Santorini. Ada juga Gereja. Toko-toko kecil di gang-gang sempit Oia dan Thira kita bisa mendapatkan aneka ragam souvenir seperti kain khas Santorini yang berwarna putih, miniatur bangunan putih berkubah biru, keledai, dan jangan lupa, wine khas Santorini, yang manis dibuat dari anggur hijau dan merah. Mereka menyebutnya Santo Vine. Wine para Santo.

the blue

 

 

Mungkinkah, Palangkaraya?

Rencana pemindahan Ibukota kembali mengemuka. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau BAPPENAS memastikan kajian teknis pemindahan ibukota negara ke PALANGKARAYA akan selesai pada tahun ini.

Menteri BAPPENAS Bambang Brodjonegoro mengatakan Presiden Joko Widodo langsung yang meminta kajian tersebut dilakukan, Tujuannya, agar terjadi pemerataan ekonomi di luar Pulau Jawa.

“Beban Jakarta dan Jawa itu sudah terlalu berat,” ujar Bambang .

 

Dia menambahkan jika ibukota negara pindah dari Jakarta ke Palangkaraya, Presiden meminta prosesnya dilakukan secara matang tidak menggoyang APBN dan tidak berhutang.

Lalu, darimana dananya? Jika tidak mengganggu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Menteri BAPPENAS mengatakan kemungkinan akan mengundang investor swasta untuk modal pembangunan.   Karena, pembangunan ibUkota baru, akan dilakukan dari nol.

Lalu, mungkinkah pemindahan ibukota terjadi? tentu saja mungkin. Tetapi tidak dalam kurun waktu satu hingga dua tahun mendatang, seperti yang diungkapkan Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi. “Ya kalau soal siap enggak siap ya saya kira belum siaplah. Kalau memindahkan ibu kota kan perlu bicara dengan DPR, bicara dengan macam-macam. Tapi wacana itu pernah muncul,” kata Johan.

(link : http://kaltim.tribunnews.com/2017/04/07/johan-budi-pemindahan-ibu-kota-perlu-kajian-mendalam)

Meskipun masih digadang-gadang sebagai wacana, namun Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah nampaknya antusias menyambut rencana besar ini.

PLt Sekertaris Daerah Kalimantan Tengah Sahrin Daulay mengatakan sang Gubernur, Sugianto Sabran, telah menyerahkan sejumlah data-data kepada Presiden Jokowi, terkait rencana pemindahan ibukota.

“Kami akan kerja maksimal untuk soal SDM ini agar penduduk Palangka Raya tidak terpinggirkan,” ungkap Syarin. Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan mengusulkan tiga wilayah tersebut ke Pemerintah Pusat.

Sedangkan dalam kesempatan terpisah, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran telah menetapkan  tiga wilayah yang terdiri dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas. (link : http://rilis.id/kalteng-tingkatkan-sdm-untuk-persiapan-jadi-ibu-kota.html)

Wacana memindahkan ibukota sesungguhnya sudah tercetus sejak jaman presiden soekarno di tahun 1950-an.   Wacana ini kemudian meredup, dan kembali mencuat di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2010. SBY memberikan opsi memindahkan ibukota negara ke Palangkaraya untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta.

Kondisi Jakarta yang kian padat baik manusia dan lalulintasnya sudah diprediksi 60 tahun yang lalu oleh Soekarno. Ia menyodorkan Palangkaraya sebagai alternatif ibukota, karena selain intuk menghindari sentarlistik Jawa, juga mengurai kepadatan populasi di Jakarta.

Kini Jokowi mengangkat kembali wacana tersebut.   Dan tentu saja bukan tanpa alasan menjadikan Ibukota Propinsi Kalimantan Tengah ini menjadi lokasi yang dianggap paling tepat sebagai pengganti Jakarta.

Selain alasan pemerataan ekonomi, secara geografis, Palangkaraya adalah kota terluas di Indonesia. Sekitar 2.400 km2 atau tiga kalilipat dari luas Jakarta yang hanya sekitar 661 km2.

Alasan lainnya, diantara kota-kota lainnya, Palangkaraya adalah kota yang relatif paling dari ancaman gempa bumi maupun letusan gunung berapi.

Posisi palangkaraya juga tepat di Jantung Indonesia, di tengah-tengah gugusan pulau-pulau yang ada di Indonesia. Akses ke Palangkaraya pun dianggap sudah memadai dengan adanya bandara internasional.   Bandara yang baru Tjilik Riwut, sedang dalam proses akhir pembangunan.

Jika di masa yang akan datang, wacana palangkaraya menjadi ibukota terelaisasi, maka Indonesia adalah negara kesembilan dalam daftar negara yang memindahkan ibukotanya dalam kurun waktu 100 tahun.

DAFTAR NEGARA YANG MEMINDAHKAN IBUKOTA

Daftar pertama ditempati Republik Federal Brasil. Pada 21 April 1960, Pemerintah Brasil meresmikan sebuah kota baru yang dinamakan Brasilia untuk menjadi pusat pemerintahan negeri itu, menggantikan Rio De Janeiro.

rio-de-janeiro-statue-wallpaper-wallpaper-1

Saat ini, Brasilia menjadi tempat institusi pemerintah federal termasuk kongres, presiden dan mahkamah agung.

Yang kedua adalah Nigeria, pada 12 Desember 1991, Kota Bbuja menggantikan Lagos sebagai ibu kota negeri itu.

SONY DSC

Hampir semua instansi pemerintah seperti kompleks kepresidenan, gedung parlemen, mahkamah agung, serta sebagian besar kota berada di sisi selatan gunung batu itu.

Menurut catatan PBB, kota ini tumbuh 139 persen antara tahun 2000 hingga 2010, dan menjadikannya kota dengan perkembangan paling pesat di dunia//

Lalu, ada Astana yang menggantikan Almaty sebagai ibukota negara Kazakhstan. Perpindahan ini resmi pada tahun 1997, lima tahun setelah Khazakstan merdeka dari Uni Soviet di tahun 1992.

Alasan pemindahan itu karena Almaty dianggap terlalu sempit, rawan gempa, serta berlokasi terlalu dekat dengan perbatasan negara lain.

Negara yang memindahkan ibukotanya yang juga rawan bencana seperti halnya Khazakstan adalah Belize. Belize adalah sebuah negara di Amerika Utara.

Tahun 1970, Belize memindahkan ibukotanya ke Belmopan, setelah ibukota sebelumnya yaitu Belize City hancur di terjang Badai Hattie pada tahun 1961.

Yang ke lima adalah Tanzania. Pada 1973, pemerintah Tanzania mulai memindahkan ibu kotanya dari kota pesisir Dar Es Salaam ke Dodoma yang berada di pedalaman. Namun hingga kini, rencana perpindahan itu macet, tak kunjung selesai.

Negara Pantai Gading adalah negara ke enam yang memindahkan ibukotanya. Dari Abidjan ke Yamossoukro pada tahun 1983. Namun, meski menyandang resmi status ibukota, sebagian besar kegiatan perekonomian,   instansi pemeritahan, dan kantor-kantor kedutaan asing masih bertahan di Abidjan.

Yang ketujuh adalah Myanmar. Pemerintah myanmar secara resmi memindahkan ibu kotanya ke Naypyidaw di tahun 2006. Pembangunan kota itu baru benar-benar selesai pada 2012.

Alasan pemindahan ibukota yang diketahui publik adalah karena relatif berada di tengah-tengah Myanmar, hingga mudah menjangkau wilayah lainnya di negara tersebut. Alasan lainnya, Yangoon, ibu kota lama, sudah terlalu padat dan terlalu sempit untuk ekspansi di masa datang.

Ke delapan adalah Pakistan yang memindahkan ibukota negara dari Karachi ke Islamabad pada tahun 1959.

brasilia

Islamabad sendiri baru mulai dibangun pada 1961. Sesuai master plan, kota ini terbagi atas delapan zona yaitu administrasi, diplomatik, pemukiman, pendidikan,   industri, perdagangan, serta daerah pedesaan dan ruang terbuka hijau.

Islamabad sekarang masuk katagori kota global dan memiliki indeks pengembangan manusia tertinggi di Pakistan. Kota ini juga menjadi kota paling mahal di Pakistan dengan penduduk sebagaian besar adalah warga menengah dan atas.

(Fitri Oktarini dari berbagai sumber)

SOEKARNO JUAL MOBIL DEMI PATUNG PANCORAN

Hallo Warga Jakarta, seberapa kenal anda dengan patung-patung ikon Jakarta? Tak sekadar pahatan batu atau beton yang dipasang di sejumlah sudut di Jakarta, patung-patung ini punya nilai sejarah yang menggelitik rasa kebangsaan kita loh.

Patung Pancoran.

Kita sering menyebutnya Patung Pancorn. Bahkan sebagian kita kerap menyebutnya dengan nada kesal. “Macet niyh di Patung Pancoran,” sambil menggerutu. Ayo, siapa yang pernah berkeluh kesah macet di Patung Pancoran. Saya.

Patung Pancoran bukan lah Patung Pancoran. Patung yang baru-baru ini wajahnya viral di media sosial setelah direkam menggunakan drone, sesungguhnya bernama Patung Dirgantara. Akun twiter @gabrielbkk lah yang memposting wajah dari patung tersebut hasil tangkapan kamera drone Rudi Ryu Sunandar. //

Patung setinggi 27 meter ini telah berdiri sejak tahun 1966, ini dibuat atas permintaan Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Pematung yang membuatnya adalah Edh Sunarso.

Dhi, saya mau membuat patung dirgantara untuk memperingati dan menghormati para pahlawan penerbang indonesia. kau tahu kalau bangsa amerika, bangsa soviet, bisa bangga pada industri pesawatnya. tetapi indonesia, apa yang bisa kita banggakan? keberaniannya!!!”

Begitulah permintaan Bung Karno pada sang maestro. Bukan tanpa alasan Bung Karno memilih Edhi Sunarso, pada masanya Edhi pernah menjadi juara dua lomba seni patung internasional di London.

Pada Edhi, Bung Karno menginginkan patung menyerupai sosok lelaki yang siap terbang ke angkasa. Awalnya, terdapat pesawat kecil di patung tersebut, namun atas saran sang pematung, pesawat yang terlihat seperti mainan itu dihilangkan.

 

Dalam prosesnya, pembuatan patung ini tidak berjalan mulus. Bahkan, nyaris mandek. Karena, pecahnya peristiwa G30SPKI. Juga modal pembuatan patungnya habis. Edhi bahkan berhutang pada pemilik perunggu dan bank. Untuk mengatasi masalah itu, Bung Karno, lantas menjual mobilnya, dan dan uangnya digunakan membiayai penyelesaian Patung. Namun, sayang, Bung Karno wafat, sebelum, Patung Dirgantara diresmikan.

“Jadi memang waktu itu patungnya belum selesai, Bung Karno keburu wafat. Bapak samapai menjual barang-barang milik pribadi. Apa yang bisa dijual ya dijual karena bapak ingin mewujudkan keinginan idealisme Bung Karno,” begitu ucap Titiana, Putri kedua Edhi Sunarso.

Patung Selamat Datang.

Tak hanya Patung Dirgantara, Jakarta masih punya banyak patung yang menghiasi sisi ibu kota. Di Bundaran Hotel Indonesia, berdiri pula kokoh Patung Selamat Datang yang dirancang oleh Henk Ngantung, Wakil gubernur DKI Jakarta di tahun 1960an. Patung Selamat Datang juga dibuat oleh Edhi Sunarso. Patung ini dibuat untuk menyambut Pesta Olah Raga Sea Games ke IV.

Di tahun 2002, patung yang berdiri di jalan protokol ini mengalami peremajaan, ditandai dengan adanya air mancur, kolam dan pencahayaan nampak cantik di waktu malam.

 

Patung Tugu Tani.

Tak jauh dari Stasiun Gambir, ada Patung Tugu Tani yang juga dikenal sebagai Patung Pahlawan, yang merupakan hadiah dari Pemerintah Uni Sovyet. Pada Patung tersebut, terdapat plakat dengan tulisan “Bangsa yang menghargai pahlawan-pahlawannya, dapat menjadi bangsa yang besar.”

 

 

Patung-Sudirman-patung-jenderal-sudirman-di-sentra-bisnis-jakarta-travelkompascom-di-patung-pemuda-membangun-patung-pemuda-membangun-150508l

Tidak hanya ketiga tugu atau patung tersebut yang menghiasi ibu kota. Masih ada Patung Jenderal Sudirman, Patung Pemuda Membangun, Patung Arjuna Wijaya, dan masih banyak lagi. Masing-masing memiliki makna dan nilai historis yang patut kita hargai.

fitri oktarini

Note : dari berbagai sumber dan semua foto ambil dari mbah google. terimakasih.

 

 

 

Dila Leman, Cahaya di Malam Lailatul Qadar

“Pulau Sumbawa punya dua Tradisi Ramadan, Dila Leman dan Grenat. Dua-duanya memiliki unsur api, unsur penting dalam kehidupan.”

api dengan jdaun jarak 1

Indonesia yang kaya raya sumber daya alam juga budaya ini, menyimpan ragam Tradisi Ramadan yang sangat kuat makna relijinya. Ada yang masih dijalankan hingga sekarang. Ada juga juga yang kemudian meredup oleh perubahan jaman.

Saat saya kecil, misalnya, setiap sahur, selalu diramaikan suara kentongan dan panggilan untuk makan sahur dari sekelompok laki-laki dewasa dan remaja yang bekeliling kampung. Tapi sekarang, panggilan sahur berganti dengan suara toa dari masjid atau mushala terdekat.

 

Tetapi, di Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, masyarakatnya masih melaksanakan tradisi Ramadan yang kuat makna religinya. Desa yang singgahi dan masih menjalankan tradisi tersebut adalah Desa Sermong.

Dahulu, tradisi ini dilaksanakan dalam bentuk menyalakan penerangan dengan menggunakan lampu tradisional berupa pelita, diletakkan di depan rumah penduduk pada sepuluh malam terakhir dan setiap malam ganjil.

Tradisi ini untuk mengingatkan bahwa setiap malam ganjil adalah malam kesempatan buat umat muslim untuk bertemu dengan malam seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar.

Diantara masyarakat, ada juga yang meyakini, bahwa pelita-pelita di depan rumah itu akan menjadi pengarah malaikat masuk ke dalam rumah. Dan disambut dengan tilawah quran siempunya rumah. Kedatangan malaikat ke dalam rumah akan memberikan keberkahan bagi seluruh penghuni rumah.

Hal menarik dari tradisi ini, adalah penggunaan aneka ragam pelitanya. Ada yang berbentuk obor, yang terbuat dari batang bambu dan diberi sumbu kain dengan minyak tanah sebagai bahan bakarnya. Ada juga yang menggunakan bahan buah jarak yang ditumbuk hingga menjadi seperti kapas yang dililitkan ke bilah bambu. Yang sudah modern, membuat pelita menyerupai lampion.

 

Tradisi lainnya di kabupaten ini juga adalah Gernat. Grenat adalah semacam meriam bambu, yang bisa mengeluarkan suara dentum yang cukup keras jika disulut api.

Grenat biasanya dibunyikannya menjelang berbuka puasa dan sesudah salat tarawih. Ada yang melakukanya di halaman rumah, ada juga yang melakukannya di lapangan desa, usai tarawih.

grenat 1grenat 2grenat 3bakar grenat

Bahkan pernah, Grenat diperlombakan antar warga desa. Seru ya..

 

 

 

KANGEN SUMBA

“KANGEN SUMBA” … senada komentar kawan-kawan seperjalanan Trip Sumba dalam unggahan time hop di beberapa jejaring sosial.  Kangen pantainya, kangen danaunya, kangen tebingnya, kangen bukitnya, kangen suasana mistis kampung adatnya, kangen perjalanannya yang panjang, kangen drama perjalanannya, kangen makanannya, dan yang paling ngangeni ya teman-teman perjalanannya… Sebagian besar baru kenal saat itu. Tapi ada satu sahabat lama saya, Mbak Fay (Fara Maswarani) , yang saya kenal sejak kuliah di FISIP UI, tahun 1995 lalu. Tapi entah mengapa, kami seperti kenal lama.. kami? saya aja kali ya..

Screenshot_2017-06-04-20-04-20Screenshot_2017-06-04-20-03-48Screenshot_2017-06-04-20-01-24Screenshot_2017-06-04-20-00-23

 

Tour organizer Sumba Trip, Mei-Juni 2015 lalu, adalah FunAdventure. Dengan rute overland, Sumba Barat ke Sumba Timur. Kami berangkat dari Jakarta, transit di Denpasar- Bali, kemudian berlanjut ke Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.  Sementara rute pulangnya, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, transit Denpasar, kemudian kembali di Jakarta.

Lalu, mengapa Sumba begitu NGANGENI ?

PANTAI

Karena pantai-pantai yang tersebar di Sumba,  menyajikan keindahan yang memanjakan mata. Di saat terang, biru langitnya seakan berlomba dengan biru air lautnya agar tampak padan dengan pasir putih pantainya yang keemasan ketika ditimpa sinar matahari.. dan menjelang senja, matahari, seakan memberikan hadiah terbaiknya pada siapapun penikmatnya, dengan warna oranye keemasan, yang megah. Saya, pun bingung mendefinisikan perasaan saya pada saat berada di pantai – pantai indah itu. Takjub, terpesona, bahagia karena mampu menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, haru, bersyukur. terlalu banyak dan campur aduk.

Berikut beberapa pantai yang saya singgahi , di Sumba.

Pantai Tarimbang. Menikmati Pantai Tarimbang yang terbaik adalah setelah matahari terbit. Kita akan melihat kesempurnaan pantai dengan pantai pasir putih yang landai, gradasi hijau biru air laut, dan langit biru yag hangat.

Pantai Tarimbang berada di antara Sumba Timur dan Sumba Barat, atau terhitung masuk ke dalam Sumba Barat Daya. Lokasi di Kecamatan Tabundung di selatan Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

langit tarimbangtarimbang againtarimbang lagitarimbang

Pantai Mandorak. Sama halnya dengan Pantai Tarimbang, waktu yang tepat untuk bermain di pantainya yang yang dikelilingi karang terjal ini adalah pagi dan siang hari.

mandorak

Pantai Walakiri. Nah Pantai yang ini  adalah pantai yang wajib dikunjungi di Sumba. Jadi, ‘belum ke Sumba kalau belum ke Walakiri’ . Karena …  saat senja, ketika lautnya surut, dengan latar belakang langit oranye, pohon-pohon mangrove di pantai menjadi siluet yang menakjubkan. Buat saya, adalah Photo Booth mewah nan alami yang tidak boleh dilewatkan.

Pantai Walakiri terletak di wilayah desa Watubaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

 

Dan Pantai lainnya yang juga menjadi tempat menikmati sunset yang syahdu adalah Pantai Puru Kambera. Tapi tak hanya sunsetnya, sepanjang perjalanan menuju Pantai yang terletak di Desa Mondu, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, tidak boleh diabaikan. Lansekap yang padan   savana, ladang merumput para  kuda Sumba.

purukambera

purukambera ahpurukambera lagipurukambera lagiisurya tenggelam di purukamberagoodtravelmatekuda sumba

DANAU WEEKURI

Selain Pantai, tempat main air lainnya di Sumba yang juga mengesankan adalah, Danau Weekuri. Selain  berenang di danau berair payau ini, kita juga bisa  menikmati keindahannya dari ketinggian. Di puncak tertinggi tebing karangnya, kita bisa melihat laut di sisi luar danau yang dibatasi tebing karang. Hati-hati ya saat menapakinya. Karang-karang ini cukup tajam.

 

 

Dan hal-hal Ngangeni lainnya di Sumba adalah kampung-kampung adat yang kami singgahi. Yang disambut, anak-anak desa yang riang. Beberapa akan menawarkan pada kita hasil kerajinan tangan yang dibuat keluarganya. Gelang, kalung atau pahatan sebagai cendera mata.

Setiap kampung adat yang saya singgahi, bentuk rumahnya berbeda satu dengan yang lain. Jika kampung adat Rotenggaro, rumah-rumah didalamnya beratap tinggi, hingga belasan meter. Rangkanya terbuat dari paduan kayu dan bambu dengan atap jerami yang dijalin satu sama lain. Meski ditinggali oleh masing-masing keluarga dan keturunannya. Namun setiap rumah adalah hasil kerja gotong royong warga satu kampung dengan semua kerabatnya.

DSCN6623

Rumah Adat Ratenggaro  berbentuk rumah panggung. Terdiri dari 4  tingkat. Paling bawah untuk hewan peliharaan. Tingkat kedua, untuk pemilik rumah, diatasnya kemuddian lumbung penyimpan hasil panen dan bahan makanan dan yang paling tinggi adalah tempat menyimpan  tanduk kerbau sebagai simbol tanda kemuliaan. .

DSCN6807

Kampung adat di Sumba Timur berbeda lagi. Rumahnya seperti rumah panggung pada umumnya, namun, memiliki hiasan tandung kerbau yang ukurannya luar biasa di setiap dinding atau pintu rumahnya. Tanduk tersebut adalah tanda jika penghuni dan rumah tersebut telah melakukan upacara adat wajib mereka.

Namun satu hal yang hampir sama dan ada di setiap kampung adalah batu-batu megalithikum yang merupakan pekuburan dari para sesepuh kampung tersebut. Ada batu-batu besar yang polos. Ada juga yang diberi ukiran. Menurut cerita, setiap ukiran menjadi tanda status sosial dari orang yang dikubur didalamnya.

Oh ya, hal lain yang juga wajib dilakukan di Sumba adalah mengenal kain-kain Tenun Sumba dan asesorisnya. Keduanya memiliki filosofi yang tinggi. Setiap tenun dengan mtotif tertentu menandai setiap fase kehidupan, mulai dari kelahiran, menikah, hingga sebagai pembalut jenazah. Sementara asesorisnya, seperti Mamuli yang merupakan simbol reproduksi wanita, memiliki arti yang mendalam tentang peran perempuan Sumba di dalam masyarakatnya.

DSC06115mamuli

 

UNDANGAN DARI MIANGAS

Beberapa waktu lalu, sebuah pesan singkat masuk ke telepon genggam saya. Datang dari seorang, mungkin satu-satunya petugas imigrasi di Miangas. Namanya Bapak Kenangan Lupa. Isinya mengabarkan jika saya ingin kembali berkunjung ke pulau kecil yang cantik itu, sudah ada pesawat terbang yang mendarat di sana.

Intermeso sedikit, apakah namanya asli Kenangan Lupa. ya Tentu saja. Nama pria yang rumahnya pernah saya inapi selama tujuh hari ketika di Miangas itu bernama Kenangan Lupa, Tapi saya, memanggilnya, Pak Kenangan. Dan saya tak akan lupa dengan kebaikannya selama menampung saya di Miangas.

 

20170523_184029.png

Dengan adanya penerbangan ke Miangas, pulau paling utara Pulau Sulawesi ini, jadi mudah diakses. Sebelumnya? Hanya bisa diakses dengan kapal Pelni ‘Sangiang’ dan Kapal Perintis. Tapi jarak tempuh dan waktu tempuh ke dua kapal ini berbeda. Dan kadang juga tergantung cuaca. Jika cuaca tidak bersahabat, kita tidak akan bisa keluar dari pulau yang merupakan perbatasan antara Indonesia – Filipina tersebut. Namun jika cuaca memungkinkan, Kapal bisa datang satu minggu sekali.

Waktu tempuh Kapal Sangiang, Kurang lebih tiga hari. Dengan rute Bitung, Kahikitang, Tahuna, Marore, Lirung, Karatung, baru kemudian Miangas. Sementara Kapal perintis, jarak tempuhnya lebih lama lagi, karena banyak pulau di Kabupaten Kepulauan Talaud yang disinggahi. Bisa satu minggu, jika tidak ada  kendala cuaca.

Oh ya, ketika saya datang menggunakan Kapal Sangiang, saya hampir tidak menemui kendala berarti. Perjalanan lancar, kecuali malam hari dimana ombak tinggi bisa mencapai tiga meter. Di luar itu, perjalanan menyenangkan. Dari dek yang tinggi, jika kita membuang pandangan ke laut.. jika beruntung, kita bisa melihat penyu yang berenang mengiringi. Dan saya beruntung, saya melihatnya samar-samar seekor penyu tampak riang berenang, di hari kedua saya berada di Sangiang.

Namun, hal yang membuat hati saya kecut, ketika akan pulang, saya menggunakan kapal perintis. Sesungguhnya tidak masalah. Namun bagi saya masalah datang ketika Perintis datang dini hari, dalam keadaan hujan badai. Kapal itu tidak punya tangga yang ajeg selayaknya Sangiang. Dan saat badai, kapal tak bisa sandar terlalu dekat dengan bibir dermaga. Karena jika terhantam ombak, kapal bisa pecah. Lalu, bagaimana penumpang naik ke kapal dari dermaga? waktu itu, saya meniti sebilah papan kayu. Harus berlari, karena kapal terombang ambing, dan kayu bergerak-gerak. Buat saya, mengerikan, bagaimana jika saya terpeleset karena hujan membuat kayu basah dan licin? Bisa saja saya jatuh diantara kapal dan dermaga, ditengah ombak yang bergolak. Rasanya kapok, tapi, seandainya saya ada  kesempatan datang lagi ke Miangas, pasti saya tidak akan menolaknya.

J Panaha

Nahkoda Kapal Pelni yang sangat profesional dan ahli dalam menghantar Sangiang ke pulau – pulau terpencil di Indonesia.

Penumpang yang berebut naik ke Kapal Sangiang

Penumpang yang berebut naik ke Kapal Sangiang

Screen Shot 2017-05-24 at 9.23.46 PM

Peta Miangas

Jarak Miangas ke Davau lebih dekat, ketimbang Jarak Miangas ke Manado. Ibukota Propinsi Sulawesi Utara. Tak heran jika kadang kita bertemu nelayan Filipina di Miangas.

Penumpang Sangiang

Ada beberapa kelas penumpang di Kapal Sangiang ataupun Kapal Perintis. Ada yang berupa kamar-kamar, ada pula yang macam barak.

Oh ya, kembali soal pesawat terbang, saya sesungguhnya tidak terlalu kaget dengan kemajuannya. Ketika saya datang ke Miangas di tahun 2014, Pulau seluas 3,15 kilometer persegi ini, sebuah bandara memang sedang dalam tahap pembangunan. Bandara itu sendiri memakan hampir 2/3 pulau. membabat pohon-pohon kelapa di sana yang sesungguhnya menjadi salah satu sumber mata pencaharian penduduk setempat, petani kelapa.

Oh ya, Miangas adalah salah satu pulau Samudera Pasifik yang tidak memiliki pulau-pulau di sekililingnya sebagai penahan ombak. jadi jika cuaca sangat buruk, air bisa melebihi pantai dan memasuki perkampungan. Saat saya datang, pondasi-pondasi penahan ombak sedang dibuat. Bisa jadi, dinding-dinding beton yang ditanam di pantai pulau, juga menjadi beton pelindung bandara yang letaknya di pinggir pantai.

Kini petani kelapa beralih menjadi nelayan. Mereka melaut, dan menjual hasilnya ke pulau-pulau terdekat, bahkan juga ke nelayan Filipina. Karena, Nelayan Filipina dilarang  menangkap ikan di wilayah Miangas. Pun mereka datang ke Miangas untuk membeli ikan atau bertukar barang sandang dan pangan,  harus ada surat-surat dan kelengkapannya. Karena di pulau tersebut, petugas pengamanan perbatasannya sangat lengkap. Ada Penjaga perbatasan dari TNI AL dan TNI AD, petugas imigrasi, bea cukai, dan seorang camat.

Sebagai pulau terluar di Miangas terdapat Pos Lintas Batas Indonesia Filipina (Border Crossing Agreement). Di pos itu bertugas staff dari Filipina dan Indonesia yang mengawasi warga Indonesia pergi ke Filipina dan sebaliknya warga Filipina yang datang ke Indonesia.

Oh, ya. Selain menikmati pantainya yang indah. Pergi memancing ikan laut untuk kemudian dimasak untuk makan sehari-hari, berinteraksi dengan penduduk yang sangat ramah, saya juga sempat menyaksikan ritual khas Miangas.

Ritual ini akan terlaksana jika kesepakatan adat, Eha dijalankan oleh mereka. Jika Eha yang sudah berlaku turun menurun ini disepakati, maka pada waktunya  semua penduduk pulau beramai-ramai menangkap ikan secara bersama-sama. Peralatan mereka pun sangat sederhana. Ikan dihalau dengan menggunakan jaring dari janur kelapa yang diikatkan ke tali hutan.

Panjang jaring dari janur kelapa dan tali hutan itu bisa mencapai ribuan meter. Pengerjaan jaring itu tidak sembarang, harus dilakukan dengan serangkaian ritual beberapa hari sebelum Manami digelar. Para tetua adat mengambil peran penting dalam ritual ini.

Setelah berdoa, tali kemudian ditarik kepantai perlahan-lahan, dalam naungan tali itu, nampak ribuan ikan dari beragam jenis seperti berlomba-lomba ke pantai. Saat air mulai semata kaki, ikan kemudian mudah saja dipanen. Tak perlu lagi tombak, cukup tangan kosong. dan jaring kecil. Luar biasa.

Hasil tangkapan, kemudian dikumpulkan dan dimasak dan dimakan bersama-sama sebagai wujud syukur. Ada juga yang mengumpulkannya untuk dijual kembali. Atau menjadi stok bahan makanan, sebelum mereka kembali melaut.

Screen Shot 2017-05-24 at 9.39.54 PMScreen Shot 2017-05-24 at 9.41.25 PMScreen Shot 2017-05-24 at 9.39.03 PMScreen Shot 2017-05-24 at 9.38.30 PM

 

–Fitri Oktarini—

SEPOTONG SURGA BERNAMA TERNATE 2

gambar 1000an

Salah satu ikon Maluku Utara adalah Lansekap Tidore dan Maitara seperti lukisan dalam uang Rp.1000. Guyonan, dengan guide tour saya, kala saya mencari lokasi yang pas seperti dalam lukisan kurang lebih seperti ini :

Saya           : Pak Rusdi, dimana bisa melihat Tidore – Maitara seperti dalam uang Rp.1000

Pak Rusdi : Di Restauran Floridas saja. Di Jalan Raya Ngade.

Saya          : Oh .. tidak perlu menyebrang pelabuhan dengan kapal kah?

Pak Rusdi : Jangan, nanti terlewat, jadi Rp.1500.

Tapi ini hanya guyonan. Tapi sesungguhnya, Ternate, Tidore dan Maitara tidak bisa diremehkan keberadaannya. Kalau kita menyusuri Ternate kita akan menemukan banyak benteng – benteng pertahanan yang dibangun penjajah Portugis untuk mempertahankan Ternate dan Tidore agar tetap dalam jajahan mereka. Ternate menjadi produsen Pala dan Cengkeh yang mashyur di jalur rempah dunia. Eropa memandang pulau berbentuk huruf K ini sangat penting.

 

palakebun cengkeh lagi

Soal Cengkeh, ada satu kebun cengkeh, di wilayah Gambesi yang disulap menjadi tempat wisata yang sangat instagramable. Pohon-pohon  cengkeh yang meranggas putih beradu kontras dengan rumput hijau bak karpet menghampar di kebun.

Tak jauh dari Kebun Cengkeh, kita bisa mampir juga ke Mini Melanesia. Sebuat tempat wisata baru yang akan menjadi photopoint yang ciamik. Mini Melanesia berisi rumah-rumah adat khas Melanesia.

mini melanesia

Mengutip Wikipedia, Melanesia (dari  bahasa Yunani, μελανο-νεσοσ/Melano-nesos=”nusa-hitam” atau “kepulauan hitam”) adalah gugus kepulauan yang memanjang dari Maluku lalu ke timur sampai Pasifik bagian barat, serta utara dan timur laut Australia.  Istilah ini pertama kali digunakan oleh penjelajah Perancis bernama Jules Dumont d’Urville  pada 1832 untuk menunjuk ke sebuah kelompok etnis dan pengelompokan pulau-pulau yang berbeda dari Polinesia dan Mikronesia. Sekarang ini, klasifikasi ‘rasial’.  Dumont d’Urville dianggap tidak tepat sebab dia menutupi keragaman budaya, linguistik, dan genetik Melanesia dan sekarang ini hanya digunakan untuk penamaan geografis saja.

 

benteng tahula lagidi fort oranye

Benteng Oranye, seperti di foto, adalah salah satu Benteng yang sempat saya sambangi.  Di malam hari, benteng ini, ramai dijadikan tempat hang-out pemuda-pemudi. Menurut sejarah, benteng ini   dibangun pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1607. Ketika itu, Benteng Oranye ini dijadikan markas besar VOC sebelum dipindahkan ke Jakarta pada tahun 1619.  Benteng Oranye juga pernah menjadi  kediaman Gubernur Belanda di Ternate.

Benteng lain yang sempat saya kunjungi adalah Benteng Tahula di Tidore. Untuk ke Tidore, harus menyeberang dahulu menggunakan kapal ferry, kapal kayu,  atau speed boat. Jarak tempuhnya paling lama 15 menit saja.

 

pelabuhan di ternateon way to tidoreternate ke tidore maitara

Kalau benteng di Ternate dibangun oleh Portugis. Di Tidore, Benteng Tahula dibangun oleh Spanyol.  Sejarah Tidore dan Ternate memang memiliki  persaingan dagang yang sangat ketat.

Persaingan makin sengit seiring terjalinnya persekutuan Ternate dengan Portugis dan Tidore dengan Spanyol. Persaingan dagang ini lama kelamaan membawa kemunduran bagi Ternate dan Tidore.

KerajaanTernate dibawah pimpinan Sultan Baabullah dan Kerajaan Tidore dibawah kepemimpinan Sultan Nuku. Bahkan dibawah kepemimpinan kedua Sultan tersebut Portugis dan Spanyol dan berhasil di usir keluar dari kepulauan Maluku. Namun kemenangan tersebut tidak bertahan lama sebagai akibat masuknya VOC bentukanBelanda yang mampu menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku Utara.benteng tahula  view tidoreview tidore dari sulamadaha

Oh iya, tulis-tulis… Sejarah-sejarahannya cukup ya, tapi untuk validitasnya tetap cari referensi sejarah yang valid ya….?!! saya hanya mengutoip cerita teman yang mengantar saya mengelilingi Ternate dan Tidore.

Oh iya.. satu lagi yang tidak akan saya lupa dari perjalanan saya ke Ternate adalah makanannya. Saya sempat mencicipi kepiting kenari dengan saus padang yang… super lezat, dan ikan kerapu woku. Kerapu kuah asamnya juga nikmat, dan juga jus kopyor duriannya.

kepiting kenarikerapu woku

Dan yang terakhir, apa buah tangan yang bisa dibawa dari Ternate. Favorit saya, pasti batik Ternate, dan kacang kenari.

batik ternate

Cantik-cantik kan batiknya? Kalau traveller kelas menengah ke bawah macam saya, cukup beli batik print harganya di kisaran Rp.100.000-Rp.400.000. Tapi kalau kaum Priyayi, please,  beli batik tulisnya yaa..

Bagi saya, mengelilingi Indonesia, semacam mimpi yang selalu memburu. Saya ingin tuntas mampir di setiap sudutnya. Menjadi saksi keindahan dan kehebatannya. Karena Indonesia bukan hanya Jakarta. karena Indonesia, bukan hanya senasi di pusat ibukota yang ramainya hanya soal nafsu Politik yang dibalut SARA.

Main-main ke berbagai penjuru Indonesia. Dan Ternate, adalah satu pulau, yang wajib anda datangi. Salam.

(Fitri-Oktarini)

 

SEPOTONG SURGA BERNAMA TERNATE (1)

di pantai sulamadaha lengkap

Saat saya mengunggah foto-foto liburan saya di beberapa tempat di Ternate, Maluku Utara, seorang kawan saya mengirim saya pesan singkat, “gila lo, bawa anak sampe ke Ternate, gak takut sama Gamalama? ”

Gamalama adalah Gunung berapi yang sampai saat ini masih aktif yang terletak di keseluruhan Pulau Ternate. Kota Ternate sendiri berada di lerengnya. Setiap saat masyarakat yang tinggal harus siap, jika Gamalama mulai menunjukkan geliatnya. Jika abu vulkaniknya mulai muncul di puncaknya, sudah dipastikan, Bandara Sultan Babullah akan tutup. Satu-satunya jalur evakuasi adalah lewat laut, ke Pulau terdekat antara Maitara atau Tidore.

Apakah saya takut? manusia kan tempatnya takut yaaaa? tapi ajakan suami berlibur ke Ternate bersama Probo dan Dara, menguapkan rasa takut saya. Lagipula, Ternate, memang satu-satunya pulau yang belum pernah saya datangi.

Dan ternyata berlibur ke Ternate adalah liburan yang paling lengkap yang pernah saya lakukan selama 5 hari berturut-turut. Kalau dirunut, kira-kira seperti ini, perjalanan saya.

Saya berangkat menggunakan Garuda Indonesia penerbangan dini hari, dan sampai di Ternate pada pagi hari. Begitu sampai, jangan lupa, mampir sarapan di warung-warung yang menyediakan nasi kuning khas tidore. Dengan orek kentang atau orek paru. Saya, sarapan di  Rumah Makan Al-Hikmah, Jl Nasution, Ternate. Saya memesan Nasi kuning, dan ayam rica. Anak saya memesan lontong sayur dan rica ikan. Rumah makan ini cukup termashyur di kalangan pelancong yang pernah datang ke Ternate.

Di Ternate, saya menginap di Hotel Dafam. Hotel bintang empat yang sarapannya enak, fasilitasnya lengkap, bahkan ada room access pool atau room sunrise view. Saya pilih room access pool. Karena anak saya suka sekali berenang.

Adapun, beberapa tempat yang saya datangi di Ternate adalah,

Panorama Laguna View

Spot terbaik untuk melihat lanskap yang lengkap di Ternate. Melihat paduan, danau, pulau dan laut dalam satu sapuan mata, membuat saya dan kelurga seperti melihat sepotong surga yang lengkap yang tertinggal di belahan timur Indonesia.

MASJID SULTAN TERNATE

Salat Jumat di Mesjid Sultan Ternate memberi pengalaman baru buat anak lelaki saya, Probo. Di sini, selain beduk yang dipukul bertalu-talu, adzannya juga dikumbandangkan oleh empat muadzin secara bersamaan. Saya sebenarnya menunggu suara muadzin itu untuk saya rekam. Namun, mereka tidak menggunakan Toa untuk adzan, jadi hanya terdengar di dalam mesjid saja.

Oh ya, salat Jumat disini, para pria tidak diperkenankan mengenakan sarung. Diharuskan mengenakan celana panjang, berpakaian rapih, atau menggunakan gamis dan berpeci. menurut cerita masyarakat setempat, Sultan Ternate dan Sultan Tidore pernah bersengketa.   Sultan Ternate kemudian melarang penggunaan sarung saat salat di Mesjid Sultan.  Kebijakan ini, konon, untuk membedakannya dengan pengikut Sultan Tidore.

Selain itu, untuk penceramah, diberikan ruangan yang tertutup. Menurut cerita anak saya, di tempat sang imam ada semacam tongkat yang selalu dia bawa. Menurut cerita, tongkat tersebut pada jaman dahulu sesungguhnya adalah pedang. Mereka tetap salat saat perang Ternate dengan penjajah asal Portugis yang ingin menjajah Ternate karena hasil buminya berupa rempah Pala dan Cengkeh.

 Masjid Sultan Ternate terletak sekitar 100 meter dari Kedaton Sultan Ternate. Dibangun sejak tahun 1606 pada masa pemerintahan Sultan Saidi Barakati, masjid ini dibangun dengan susunan batu yang rumit. Perekatnya adalah campuran kulit kayu pohon kalumpang. Bangunan masjid ini khas karena terdiri dari empat sudut persegi yang meniru bentuk tumpang limas dan tiap tumpangnya dipenuhi terali berukir 360 buah sesuai jumlah hari dalam satu tahun penanggalan Masehi.

MASJID AL MUNAWAR TERNATE

Terletak di pinggir pantai dengan dua menara yang pondasinya menancap ke laut. Mesjid Al Munawar terlihat seperti mesjid terapung. Masjid yang berada di lahan seluas 6 hektar tersebut mulai dibangun pada tahun 2003, dan selesai di tahun 2010.  Sejumlah bahan bahan bangunan masjid ini didatangkan dari Turki seperti lampu dan keramik. Dengan luas masjid 9512 meter persegi, masjid ini mampu menampung tak kurang dari 15 ribu jamaah.

Oh ya, kalau selesai salat di Mesjid ini, jangan langsung ke luar. Tengoklah teras belakang masjid. Suguhan pemandangannya, sangat menakjubkan.

PANTAI SULAMADAHA

Di hari ke tiga kami di Ternate. kami memutuskan untuk bersnorkling di Pantai Sulamadaha. Kami berangkat pagi sekali dari Hotel ke Pantai Sulamadaha. Sulamadaha satu-satunya pantai di Ternate yang memiliki kontur pasir putih serta ombaknya tenang membuat tempat ini nyaman untuk disinggahi.

Untuk mencapai teluk ini, kita harus menyusuri jalan setapak yang sudah tersusun rapi dengan beton sejauh kurang lebih 500 meter. Di salah satu sisi pantai ada teluk sempit yang dikelilingi pepohonan yang rindang dan sejuk. Air yang bening dan jernih membuat mata kita bisa melihat kehidupan bawah air dengan jelas.

Teluk ini bisa dipakai snorkeling. Untuk yang tidak punya alatnya jangan khawatir karena tersedia persewaan peralatan untuk snorkeling. Harga sewa yang diberikan untuk perahu kecil sebesar 30 ribu dan biaya sewa ban dikenakan 5 ribu rupiah.

Oh ya, air laut di Pantai Sulamadha yang lokasinya dekat dengan tebing (daratan) rasanya hangat, namun.. semakin ke tengah, air berangsur dingin.Taman lautnya juga indah. Tak berapa jauh dari pantai, kita sudah bisa melihat aneka karang keras dan karang warna-warni dengan para penghuni cantiknya. Bahkan, jika beruntung, kita bisa berpapasan dengan penyu-penyu yang berenangnya, cepat sekali… hati-hati bersenggolan yaaa..

 

Sesungguhnya, masih banyak tempat-tempat yang saya kunjungi selama berada di Ternate. Cerita lengkapnya.. ada di bagian 2 tulisan ini yaaa…

PESTA KULINER RIVIERA OCEANIA CRUISE

keju

Setiap kapal pesiar membawa atmosfer tersendiri. Anda harus tahu betul jenis perjalanan seperti apa yang akan ada jalani selama berlibur dengan kapal pesiar.

Ada yang menginginkan nuansa hura-hura dengan beragam pesta hiburan di dalamnya, adapula yang mengharapkan suasana tenang namun menyenangkan selama mengarungi lautan luas.

Tak sedikit juga yang memilih cruise karena destinasinya sangat menarik.   Weekend Yuk Pekan ini akan berpesiar selama ttujuh hari enam malam, dengan rute Athena, Olympia, Corfu, Sicilia, Malta, Santorini dan berakhir di Athena.

Berbeda dengan pesiar lainnya, Oceania Riviera, selain menawarkan destinasi yang menarik di jalur Mediterania, juga memindahkan sejumlah fine dining restoran kelas dunia ke dalam kapal. Hari-hari selama di kapal, akan disuguhkan dengan pesta kuliner bercita rasa tiga benua, Eropa, Asia dan Amerika.

Di malam pertama perjalanan, para tamu sudah di sambut oleh kapten kapal, Luca Manzi dalam pesta Captain Cocktail. Satu persatu kepala kru kapal diperkenalkan langsung kepada para tamu. Suasana kekeluargaan memang dibangun sejak tamu mulai boarding.

Kabarnya kapal pesiar yang home basenya berada di Miami, Amerika Serikat dengan bendera Oceania Cruise ini, memiliki Klub tamu yang bisa berulangkali ikut berpesiar. Bahkan hingga 40 kali sejak diluncurkan pertama kali di tahun 2012.

Riviera dikenal sebagai kapal pesiar mewah dengan ambiance yang menyenangkan dan hidangan lezat citarasa dunia. Kita dihadapkan pada culinary journey yang tak berkesudahan selama di dalam kapal.

Kapal ini menyediakan restauran buffet dengan nama Terrace Cafe dan empat restaurant dengan menu spesial.

Restauran buffet bisa kita datangi kapan saja di kala lapar melanda. Atau jika sedang dalam proses pembersihan, ada bisa mencicipi aneka minuman segar dan es krim di bar yang tersedia di dek outdoor lantai 12.

Setiap hari, menunya berbeda, tapi yang pasti ada aneka buah segar, aneka bakery nan lezat, termasuk cake dan ice creamnya yang creamy.

Menu utama di restauranya dengan souscheff asal Inggris bernama Chef Barnon Saccasas ini mengutamakan kesegaran bahan utama makananny. Seperti seafood juga daging segar.

Menjelang malam, adalah saat dimana culinary journey ala fine dining di mulai. Yang pertama kali saya akan coba adalah Jacques. Restaurant ini mengambil nama chef ternama di Prancis, Jacques Peppin. Cita rasa yang dihadirkan tentu saja khas Prancis.

seafood

Seperti yang ditawarkan oleh pramusaji Arif Dananjaya asal Solo. Oh iya, ada lebih dari seratus pekerja asal Indonesia dari keseluruhan 800 kru kapal yang ada di Riviera. Saya menjajal Lobster besar yang dimasak dengan saus krim. Juga SeaBass sejenis Kerapu Putih yang difillet kemudian dicampir kerang dan dibungkus dengan pastry.

seabass favoritoceania

Restauran lainnya adalah Toscana. Sesungguhnya, Toscana adalah nama sebuah daerah di Italia yang terkenal akan keindahan panoramanya, berbukit dan asri. Toscana merupakan tempat kelahiran banyak orang hebat di Italia. Salah satunya, pelukis yang terkenal dengan lukisan perempuan tersenyum “Monalisa’, yaitu Leonardo da Vinci.

Tak hanya indah, Italia juga dikenal dengan ragam pasta dan kejunya yang lezat. Aneka pastry dengan bahan utama keju parmesan disajikan sembari para tamu menunggu hidangan pembuka hingga dessert datang. Untuk menu utama, saya memilih Fillet Mignon, steak daging sapi yang lembut dengan saus krim keju.

Setiap restaurant mungkin memiliki menu yang mirip. Selain di Toscana, Fillet Mignon juga menu utama yang menjadi favorit di Polo Grill< Restaurant dengan cita rasa Amerika. Namun sentuhan personal chef masing-masing restaurant memberi cita rasa yang khas.

Seperti yang diungkapkan oleh Chef Oceania Cruise Alban Gjaka “Sesungguhnya agak sulit menyandang predikat kuliner terbaik. Namun kami selalu berupaya menghidangkan makanan terbaik. Makanan terbaik artinya bahan-bahan berkualitas terbaik. Selain itu kami juga harus punya tim kuliner yang kuat baik di dalam kapal maupun di luar, agar bisa menyajikan produk terbaik yang merupakan hasil kerja bertahun-tahun dan menjadikan kami yang terbaik dari yang lain,” terangnya pada Tim Weekend Yuk.

Chef Alban menyebut ada 136 tim masak untuk menjaga kualitas makanann namun tetap mampu memenuhi tuntutan para tamu yang datang silih berganti.

Selain hidangan istimewa, Alban juga menyebut Oceania Cruise menyediakan hingga 800 botol wine berkualitas untuk disajikan bersama menu-menu andalan tersebut.

Restaurant terakhir yang paut dicicipi adalah Red Ginger. Restaurant ini adalah mostwanted restaurant yang menyajikan menu-menu khas Asia. Menu-menu disini tidak merujuk pada satu atau dua negara tertentu tapi lebih pada campuran pengaruh Asia secara menyeluruh.

(Fitri Oktarini)

(TULISAN INI PERNAH DIMUAT DI http://www.kompas.com)